Delegasi DPR Bahas Isu Perdagangan Karbon dengan KBRI Tokyo

02-08-2022 /

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dalam pertemuan Delegasi DPR RI dengan Duta Besar RI untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia Heri Akhmadi, di KBRI Tokyo, Jepang, Senin (1/8/2022). Foto: Azka/nvl

 

Delegasi DPR RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, membahas isu perdagangan karbon (carbon trade), sekaligus mempromosikan Forestry and Other Land Uses (FoLU) Net Sink 2030 serta paradigma baru manajemen kehutanan Indonesia kepada Jepang. Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menjelaskan, masalah perdagangan karbon tidak hanya dibahas antara parlemen dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

“Untuk berbicara soal masalah carbon trade itu tidak hanya dibahas antara parlemen dengan Kementerian Kehutanan saja, ini tema besar," kata Gobel usai pertemuan Delegasi DPR RI dengan Duta Besar RI untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia Heri Akhmadi, di KBRI Tokyo, Jepang, Senin (1/8/2022).

 

Gobel menyampaikan isu mengenai perdagangan karbon harus dibahas lintas kementerian maupun juga lintas komisi di parlemen. Sebab, menurut politisi Partai NasDem itu, berdasarkan masukan dari investor, selama ini penanganan masalah perdagangan karbon oleh Indonesia cenderung dilakukan kurang terkoordinasi, sehingga menimbulkan ketidakpastian investasi.

 

Oleh karena itu, kata Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) tersebut, pihaknya akan segera mendiskusikan persoalan perdagangan karbon dengan kementerian terkait guna mengatasi persoalan yang ada.

 

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menekankan untuk mendorong perdagangan karbon, maka nilai jual karbon harus ditingkatkan. “Saya mendukung (langkah) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi kalau nilai jual sangat minim, orang akan berpikir lebih baik menebang pohon dari pada menjaga alam," ujar Sudin.

 

Sudin menegaskan pihaknya telah melaksanakan focus group discussion (FGD) di DPR RI guna mencari tahu persoalan perdagangan karbon. "Kami mau tahu di dalamnya ada apa, kewajibannya apa, haknya apa, nilai berapa, ketentuan bagaimana, audit bagaimana. Karena selama ini masalah karbon kami tidak pernah diajak bicara," jelas politisi PDI-Perjuangan itu.

 

Duta Besar RI untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia Heri Akhmadi mengatakan kegiatan perdagangan dalam bidang kehutanan untuk Indonesia dan Jepang memang sangat meningkat, tidak hanya dari produk kayu, tapi juga investasi bidang kehutanan antara lain dalam pengelolaan hutan-hutan Indonesia. “Apalagi, Jepang-Indonesia sudah sepakat bekerja sama dalam penurunan karbon dunia, sehingga diskusi kali ini untuk memperkenalkan FoLU Net Sink 2030 kepada komunitas Jepang," kata Heri.

 

Heri menyampaikan, sosialisasi FoLU Net Sink 2030 kepada komunitas Jepang penting, sebab persoalan karbon tidak bisa hanya mengandalkan pembiayaan dalam negeri melainkan juga investasi luar negeri. "Karena itu kami sepakat untuk mengadakan forum ini untuk memperkenalkan FoLU Net Sink 2030 dan akan dilanjutkan juga dengan kerangka kerja sama model dalam penanaman modal di dalam bidang kehutanan," jelas Heri.

 

Sementara Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto mengatakan dalam waktu dekat akan segera dibuat Peraturan Menteri LHK sebagai turunan dari Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. Selain itu, aturan terkait pungutan atas karbon juga akan diatur melalui peraturan Menteri Keuangan yang akan segera keluar.

 

Turut hadir dalam kunjungan Delegasi DPR RI ke Jepang, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Sudin (Fraksi PDI-Perjuangan), Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus (F-Golkar), Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih (F-PAN), Anggota Komisi VI DPR RI Subardi (F-NasDem), Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad (F-Gerindra), serta Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah (F-NasDem). (azk/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rachmat Gobel: Menjadi Wakil Rakyat Harus Terus Berjuang Demi Rakyat
06-09-2022 /
Tugas menjadi seorang anggota dewan tidaklah mudah. Wakil rakyat berkomitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi serta harapan rakyat. Wakil Ketua DPR...
Rachmat Gobel: Indonesia Miliki Industri Pertahanan Unggul di Banyuwangi
30-08-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel meninjau pabrik industri pertahanan milik swasta, PT Lundin...
Terima Perwakilan Kerajaan dan Kesultanan, Rachmat Gobel: MAKN Dapat Berperan Perkuat Produk Ekraf
18-08-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menerima perwakilan Raja dan Sultan yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) di...
Rachmat Gobel Dorong Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Perbatasan
13-08-2022 /
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas Tentang Pembangunan Daerah Perbatasan DPR RI (Timwas Perbatasan) Rachmat Gobel mengatakan pihaknya...