Andreas Hugo Pareira: Upayakan Penyelesaian Sengketa Pengelolaan Wisata Labuan Bajo

03-08-2022 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira. Foto: Devi/nvl

 

Labuan Bajo memang dikenal sebagai destinasi yang banyak menjadi tujuan turis asing. Namun sejak beberapa tahun terakhir, pariwisata di Labuan Bajo banyak mengandalkan wisatawan lokal, khususnya dengan adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Saat ini terjadi sengketa pengelolaan industri wisata di Labuan bajo, atas kejadian ini Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira akan mengupayakan penyelesaian sengketa antar pihak yang berkepentingan. 

 

“Saya sebagai anggota Komisi X yang membidangi Pariwisata dan wakil rakyat dari Dapil NTT meminta Komisi X untuk mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengundang Kemenparekraf, Perwakilan Pelaku Wisata di Labuan Bajo, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo-Flores (BPOLBF) dan PT Flobamora pada massa sidang yang akan datang,” papar Andreas dalam rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (3/8/2022).

 

Andreas menyebut, pelaku wisata di Labuan Bajo telah memahami bahwa konservasi penting untuk keberlanjutan Komodo. Ia mengatakan, faktor yang menjadi pemicu mogok massal justru karena adanya kebijakan dari Pemprov NTT.

 

“Penyebab mogok massal dipicu oleh ketidakpercayaan pelaku wisata akan motif alasan kenaikan tarif dengan diberikan hak monopoli oleh Pemda NTT kepada BUMD Flobamora untuk menetapkan tarif dan mengelola TN Komodo tanpa melibatkan rakyat yang telah lebih dulu terlibat sebagai pelaku industri pariwisata,” tutur Andreas.

 

Kenaikan tarif masuk TN Komodo hingga aksi demo yang berujung kekisruhan di Labuan Bajo pun menjadi perhatian dunia internasional. DPR mendorong agar Pemerintah bersama stakeholder terkait untuk segera menyelesaikan kekisruhan di Labuan Bajo buntut kebijakan kenaikan tarif masuk TN Komodo.

 

“Situasi Labuan Bajo dengan suguhan aksi-aksi demo merupakan suguhan yang buruk bagi wisatawan dan negatif campaign untuk Labuan Bajo-Flores. Kalau demo mogok massal ini berlangsung terus, wisatawan enggan dan tidak nyaman untuk berkunjung,” tegas Andreas. DPR RI berkomitmen mendukung penyelesaian sengketa tersebut. Andreas juga mengingatkan agar kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah tidak merugikan masyarakat. (ssb/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kurikulum Bencana Jadi Bagian Penting dari Revisi RUU Sisdiknas
07-12-2022 / KOMISI X
Bencana gempa Cianjuryang belum lama berlalu banyak memakan korban pelajar danmemantik keprihatinan banyak kalangan. Menanggapi hal itu,Ketua Komisi X DPR...
RDP Panja Perguruan Tinggi Komisi X dengan LLDIKTI Hasilkan Enam Butir Pandangan Panja
06-12-2022 / KOMISI X
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja (Panitia kerja) Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menghasilkan...
Komisi X DPR RI Terima Kunjungan Kehormatan Komite Pendidikan Parlemen Jerman
05-12-2022 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menerima Kunjungan Kehormatan (courtesy call) dari Delegasi Komite Pendidikan Parlemen Jerman (Bundestag). Penerimaan Kunjungan Kehormatan itu...
Haerul Amri Akomodir Aspirasi Kurangnya Fasilitas Infrastruktur Penunjang Wisata di Kulon Progo
30-11-2022 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI, Mohammad Haerul Amri mengakomodir aspirasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY, mengenai kurangnya...