Syaiful Huda minta Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo

03-08-2022 / KOMISI X
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.Foto: Dep/jk

 

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah menunda pemberlakuan kenaikan tarif di Kawasan Taman Nasional Komodo sebesar Rp3.750.000. Kenaikan tarif itu berlaku mulai 1 Agustus 2022. Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan agar tidak merugikan para pelaku wisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Apalgi belum lama ini muncul aksi protes pelaku wisata Labuan Bajo ini dilakukan dengan menggelar mogok massal. Akibatnya berbagai layanan jasa dan sarana wisata menjadi terhenti.

 

“Keputusan menaikan tarif tiket Taman Nasional Komodo hingga harus ditunda agar tidak merugikan masyarakat Labuan Bajo yang menjadi pelaku wisata. Kami memahami tujuan pemerintah menjadikan Kawasan ini sebagai destinasi wisata super prioritas. Tetapi apalah gunanya kebijakan tersebut jika malah merugikan masyarakat,” kata Huda dalam keterangan pers kepada Parlementaria, Selasa (2/8/2022).

 

Huda menjelaskan bahwa konsep destinasi wisata super prioritas yang digaungkan pemerintah memang ditujukan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia. kebijakan tersebut, lanjutnya, akan ada perbaikan di level infrastruktur, kualitas jaringan telekomunikasi, produk ekonomi kreatif, hingga kualitas sumber daya manusia di lima kawasan destinasi wisata super prioritas yakni Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo.

 

“Tetapi anehnya kabar yang muncul ke permukaan malah kegaduhan masalah tarif masuk. Kenapa bukan persoalan progres pembangunan, termasuk model pengakomodasian kepentingan warga yang selama ini menjadi pelaku wisata di kawasan tersebut,” tanya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

 

Huda mendorong pemerintah agar memperbaiki komunikasi terkait berbagai rumor yang menyertai pembangunan lima destinasi wisata super prioritas. Termasuknya informasi mengenai masuknya perusahaan-perusahaan besar di Taman Nasional Komodo yang nantinya memonopoli layanan penyediaan jasa wisata alam maupun penyediaan jasa sarana wisata.

 

“Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada kami ada setidaknya empat perusahaan besar yang secara eksklusif mengelola bisnis layanan jasa maupun sarana wisata di Taman Nasional Komodo. Kalau benar demikian pasti warga yang menjadi pelaku wisata akan tersingkirkan karena harus melawan kekuatan modal yang begitu besar,” terang legislator asal Jawa Barat VII ini.

 

Huda pun mewanti-wanti agar pengembangan Kawasan destinasi super prioritas tidak meminggirkan peran warga lokal. Terlebih, kalau model pengembangan kawasan tersebut memang harus melibatkan pihak ketiga. Maka dari itu, skema pelibatan pelaku wisata lokal harus jelas. “Jangan sampai warga lokal hanya menjadi penonton saat muncul konsep pengembangan destinasi wisata super prioritas di wilayah mereka,” paparnya.

 

Selain itu, ia pun meminta agar pemerintah dan aparat keamanan mengedepankan dialog dalam menyikapi protes pelaku wisata di Labuan Bajo yang menggelar aksi mogok. Dirinya mendesak agar mereka yang ditangkap dan ditahan segera dibebaskan. “Sekali lagi tujuan pengembangan destinasi super prioritas juga untuk kepentingan warga lokal. Kalau mereka punya aspirasi harusnya hal itu didengar dan diakomodasi. Jangan malah menggunakan langkah represif untuk membungkam mereka,” pungkasnya. (hal/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Biaya Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Sebaiknya Kembali Jadi Tanggung Jawab Negara
02-10-2022 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Djohar ArifinHusin meminta biaya akreditasi program studi (prodi) di perguruan tinggi kembali menjadi tanggung jawab...
Lampu Merah Manajemen Penonton Bola di Indonesia
02-10-2022 / KOMISI X
Tragedi Kanjurun adalah tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola di Indonesia bahkan di dunia, dimana korban melebihi jumlah korban tragedi...
Perlu Regulasi Atur PTN-BH Agar Tetap Berkualitas
01-10-2022 / KOMISI X
Di tengah semangat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mendorong semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi PTN Badan Hukum...
Komisi X Minta Penerintah Lebih Perhatikan PTS
01-10-2022 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Syamsul Luthfi meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi agar dapat...