Membangun Kereta Api Harus dengan Perhitungan yang Cermat  

10-08-2022 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady. Foto: Dok/Man

 

Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady mengatakan sudah mencermati laporan yang disampaikan Balai Kereta Api, tentang proyek kereta api Sulawesi Selatan. Di lokasi tersebut, tidak ada pemukiman padat yang dilalui. Menurutnya, pembangunan rel kereta api layang (elevated) biayanya cukup mahal. 

 

Selain itu, rel kereta layang bisa dilakukan kalau terpaksa. Karena tidak ada jalurnya. Hamka mencontohkan, LRT Jakarta, jalurnya tidak memungkinkan kalau tidak dalam bentuk rel kereta layang. Begitupun kereta cepat Jakarta-Bandung, yang sekarang bermasalah karena terjadi pembengkakan biaya yang tidak sedikit. 

 

"Jangan sampai kita berharap elevated, tapi malah mangkrak akibat tidak ada biaya. Lagi-lagi saya katakan bahwa membangun kereta api harus cermat karena ini persoalan uang dan investasi," jelas Hamka dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Parlementaria, Rabu (10/8/2022).

 

Dia memaparkan, konsep kereta api yang mulai direncanakan pembangunanya di Sulsel adalah Kereta Api Trans Sulawesi. Diharapkan Makassar - Parepare bisa selesai. Kemudian lanjut ke Mamuju, lalu ke Palu, Kendari, dan akhirnya tiba di Manado, sehingga terhubunglah Kereta Api Trans Sulawesi. "Itu lah master plan kereta api ini, untuk jangka panjang. Jangan lagi berdebat soal elevated atau non elevated, yang terpenting difungsikan secara cepat," ungkap Hamka.

 

Ia berharap pula pembangunan rel kereta api Maros - Makassar menuju New Port ini bisa diselesaikan dengan baik. "Mari sama-sama mencari solusi, prinsipnya kalau kita mau memutuskan sesuatu, harus memikirkan masyarakat, termasuk anggarannya," imbau Hamka.

 

Hamka menambahkan yang ingin dipercepat adalah bagaimana menghubungkan kereta api ke New Port, karena kereta api bukan hanya untuk angkut orang, tapi juga barang. "Prinsip bisnisnya di sini adalah dua pelabuhan besar yang dihubungkan kereta api ini. Garongkong, Pabrik Semen Tonasa, jadi alur barang juga bisa maksimal," tuturnya.

 

Lebih lanjut, Hamka meminta untuk menghentikan polemik tentang proyek kereta api Sulawesi Selatan. Dengan mengajak masing-masing pihak yang terlibat perdebatan bisa duduk bersama. Ia menyarankan agar Balai Kereta Api, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Pemkot Makassar tidak lagi memunculkan perdebatan di ranah publik.

 

"Pak Wali tentu punya pertimbangan tersendiri. Kemudian dari pihak kementerian dalam hal ini Balai Kereta Api, juga tentu punya pertimbangan secara teknis dan biaya, sehingga kereta api yang melalui Kota Makassar konsepnya bukan di atas (elevated)," kata Hamka.

 

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini mengaku menghargai pemikiran Wali Kota Makassar. Tetapi dalam kondisi-kondisi seperti ini, semua pihak harus berpikir dengan baik. "Itulah contoh yang konkret. Jangan terlalu kita berprasangka. Mari duduk berpikir secara jernih, apakah yang dilalui rel kereta api di Maros - Makassar ini memang tidak ada jalannya untuk di bawah. Konsep rel kereta layang itu kalau dia memang ada di perkotaan yang padat penduduknya, dan tidak ada lahan yang bisa dijalani secara normal, itu baru elevated," ujarnya. (ssb/aha) 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi V DPR Minta Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
08-12-2022 / KOMISI V
Ketua Komisi V DPR RI Lasarusmeminta Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan PT KCIC untuk menyelesaikan proyek kereta api cepat Jakarta-bandung...
Komisi V Tinjau Bandar Udara Halim Perdanakusuma
07-12-2022 / KOMISI V
Bandar Udara (bandara) Halim Perdanakusuma merupakanbandara milik negara yang dikategorikan sebagai Barang Milik Negara (BMN), maka dari itu harus dipergunakan...
Konsumen Meikarta Keluhkan Kejelasan Hunian, Lasarus: Cara Kerja Meikarta Memalukan
05-12-2022 / KOMISI V
Ketua Komisi V Lasarus menerima aspirasi dari Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta yang menuntut kejelasan haknya terkait hunian apartemen yang...
Jelang Akhir Tahun, DPR Nilai Pemerintah Makassar Siap Hadapi Nataru
03-12-2022 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menilai bahwa terkait persiapan dan kesiapan menjelang Natal dan Tahun...