Mufti Anam Soroti Ketersediaan Tiket Pesawat yang Didominasi Maskapai Swasta

10-08-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan mitra kerja, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/8/2022). Foto: Eki/Man

 

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam menyoroti mahalnya harga dan minimnya ketersediaan tiket penerbangan dari maskapai BUMN, Citilink. Ia mengungkapkan setiap hendak melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara, tiket yang tersedia didominasi tiket dari maskapai penerbangan swasta.

 

"Kami prihatin. Jangankan rakyat Pak, kami saja beli tiket sekarang kemahalan Pak. Dan rata-rata tiket di banyak daerah Citilink enggak ada, isinya Lion (air) semua," ujar Mufti Anam saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan mitra kerja, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/8/2022).

 

Mufti Anam mendorong Citilink untuk memperbesar pasarnya, sehingga tiket penerbangan yang saat ini didominasi Lion Air maupun maskapai penerbangan swasta lainnya bisa dimasuki Citilink. "Apa kebutuhan yang bisa kami dukung untuk itu? Karena dengan Lion Air sekarang yang semakin merajalela di tengah masyarakat, harganya juga semakin ngawur. Enggak ada lagi harga tiket yang di bawah satu juta rupiah," ungkapnya.

 

Dalam pertemuan itu, Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI itu juga menyoroti tingginya tarif internet Telkomsel. Menurutnya, sebagai perusahaan operator telekomunikasi seluler di bawah PT Telkom yang berstatus BUMN, Telkomsel seharusnya bisa lebih menurunkan tarifnya. "Bagaimana kita belajar dari Smartfren. Kalau mereka saja bisa murah kenapa kita tidak bisa semurah mereka?" tanya legislator dapil Jawa Timur II tersebut.

 

Mufti Anam menjelaskan dengan tingginya tarif internet, maka akan mempersulit masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) untuk mengakses internet. Ia berharap internet bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat baik dari kemudahan aksesnya maupun dari sisi murahnya tarif. "Karena harapan kami, ketika mereka bisa mengakses internet, mereka bisa belajar dan pendidikan mereka bisa lebih baik," harap Mufti Anam.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini Pimpinan dan Anggota Komisi VI DPR RI, jajaran Kementerian BUMN dan Kementerian Investasi/BKPM, Direksi Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ITDC, Direksi Network PT Telekomunikasi Selular, Direksi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), Direksi PT Hotel Indonesia Natour, Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Direksi Angkutan Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan Direksi PT Citilink Indonesia. (eki/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jelang Nataru, Legislator Ingatkan Distribusi BBM Harus Merata
07-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengingatkan kepada PT Pertamina Patra Niaga agar distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM)...
IPO PT PHE Jangan Sampai Kurangi Peran Negara Penuhi Amanat Pasal 33
07-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memberikan catatan terhadap rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang...
Andre Rosiade Dukung PTPN Lakukan IPO
07-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendukung PT PN (Perkebunan Nusantara) melakukan IPO (Initial Public Offering) dalam rangka mencari...
Legislator Tanya Alasan Diskon Harga 'Right Issue' Garuda Indonesia saat Kinerja Membaik
06-12-2022 / KOMISI VI
Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia, memasuki langkah baru pasca Perjanjian Perdamaian (homologasi) dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta...