Indonesia-Iran Perkuat Hubungan Kerja Sama Bidang Teknologi dan Kesehatan

15-08-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Iran Nihayatul Wafiroh bertukar cinderamata dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azaddi di Ruang Tamu Dubes, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2022). Foto: Prima/Man

 

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Iran Nihayatul Wafiroh menerima Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad. Dalam pertemuan bilateral ini, kedua belah pihak saling berbagi informasi dan memperkuat hubungan ekonomi, lebih khusus di bidang teknologi dan kesehatan. Menurut Ninik, sapaan akrabnya, Iran merupakan negara yang mandiri, mampu memenuhi segala macam kebutuhan dalam negerinya.

 

"Jadi, selama ini hubungan kita dengan Iran mulai dari soal ekonomi dan juga teknologi kesehatan juga sudah terbangun. Tadi juga disampaikan bahwa kita sudah membeli beberapa peralatan dari Iran. Iran adalah negara yang cukup mandiri dalam hal kesehatan mereka sudah punya vaksin sendiri dan mereka mempunyai alat yang bisa digunakan untuk robotic telemedicine yang sekarang kita pakai di sepuluh puskesmas yang ada di Bandung dan Yogyakarta," papar Ninik di Ruang Tamu Dubes, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2022).

 

Bahkan Iran bersama dengan Pertamina sudah menjalin hubungan secara ekonomi, dan pada tahun 2021 hubungan ekonomi Indonesia-Iran naik cukup signifikan. "Kita berharap sebenarnya dengan kunjungan ini kita bisa menindaklanjuti banyak hal termasuk soal kesehatan dan teknologi. Sebenarnya kita sempat berpikir waktu itu soal perfilman, karena kalau kita melihat film-film Iran selalu menjadi film-film yang punya aroma perjuangan karena mungkin histori negara mereka," ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

 

Menurut Ninik, Iran merupakan negara menarik, di tengah embargo yang luar biasa Iran bisa survive. Iran punya spirit perjuangan dalam kondisi yang tertekan, tidak menjadikan Iran lemah tetapi menjadi kreatif dan mandiri. Meskipun Iran tidak bisa mengambil barang-barang dari luar negeri namun kondisi tersebut bisa memicu Iran untuk kreatif, sehingga memunculkan sendiri obat-obatan dari hasil penelitian dan teknologinya juga luar biasa.

 

"Mereka 90 persen itu beberapa bulan yang lalu mungkin saat ini sudah 100 persen vaksin Covid. Karena mereka punya vaksin yang diproduksi mereka sendiri. Nah, itu yang harus kita pelajari juga bagaimana kemandirian mereka secara kesehatan," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

 

Ninik pun terkesan dengan film Iran yang menyampaikan spirit perjuangan. Ia berharap ke depan ada transfer pengatahuan antar kedua negara. Di lain pihak, Dubes Iran berharap bisa bertemu Wakil Presiden RI. "Tadi juga diusulkan Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Azad, bagaimana untuk kita bertemu Wakil Presiden dimana beliau juga yang membawahi teknologi dalam kunjungan kita akhir bulan," ungkap Ninik. (ssb/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green
29-09-2022 / B.K.S.A.P.
DPR RI siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang akan diselenggarakan pekan depan. Kepada...
Empat Isu Besar akan Dibahas dalam P20
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon memimpin Embassy Briefing untuk persiapan penyelenggaraan Sidang The 8th...
BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana berharap Parlemen Uni Eropa lebih membuka diri...
BKSAP DPR Terima Delegasi Parlemen Uni Eropa Bahas Perubahan Iklim dan Konflik Rusia-Ukraina
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan sejumlah delegasi Parlemen Uni Eropa, yang terdiri dari Parlemen Jerman,...