Apresiasi Kinerja BPKIL Serang, Komisi IV Minta Perluas Sosialisasi

27-08-2022 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanes Fransiskus Lema saat foto bersama usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke BPKIL Serang, di Serang, Banten, Jumat (26/8/2022). Foto: Shane/nvl

 

Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) Serang di Kabupaten Serang, Banten mendapatkan apresiasi dari Komisi IV DPR RI atas kinerjanya dalam menjaga mutu dan kualitas, serta kondisi keamanan pangan yang terkait dengan produk sektor budi daya perikanan ditengah kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia yang dimiliki. Anggota Komisi IV DPR RI Yohanes Fransiskus Lema menilai keberadaan BPKIL Serang perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas, khususnya pembudidaya ikan.

 

“Kuncinya juga kerja-kerja (BPKIL Serang) ini juga harus disosialisasikan kepada para pembudidaya ikan ya. Sehingga kemudian mereka itu juga bisa mengetahui, jika ada ikan yang sakit, ada ikan yang terkontaminasi, ada residu di sekitar lingkungan budi daya ikan, itu mereka kemudian bisa mengambil sikap secara cepat, cekatan untuk kemudian bisa dibawa ke lab (BPKIL Serang) ini,” kata Ansy Lema, sapaan akrabnya, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke BPKIL Serang, di Serang, Banten, Jumat (26/8/2022). 

 

Selain itu, lanjut politisi PDI-Perjuangan tersebut, Komisi IV DPR RI juga terkesan dengan beberapa temuan teknologi ataupun kreasi dan inovasi dari BPKIL Serang, yang sebenarnya diberikan kepada pembudidaya untuk bisa melakukan uji coba secara mandiri, seperti menguji kualitas mutu air bahkan ikan dan lingkungan.

 

“Dan kita lihat bahwa (BPKIL Serang) ini, sudah mengalami proses akreditasi, dan juga yang diuji ada (sampel) sekitar 200-an lebih, dan ini sebenarnya harus mendapatkan perhatian lebih serius. Ada dua kata kunci yang saya lihat hal yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu pada aspek sumber daya manusianya. Laboratorium  di sini itu harus mendapatkan dukungan dari sumber daya manusia dengan kualifikasi yang betul-betul sangat spesifik,” jelas  legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II tersebut.

 

“Mereka juga perlu diberikan pelatihan pengetahuan. Tidak saja aspek sumber daya manusia tetapi juga aspek teknologi, kita sudah berkeliling ke sini kita lihat bahwa memang lab di sini (BPKIL Serang) itu masih membutuhkan sejumlah sarana dan prasarana berupa teknologi-teknologi yang bisa mendukung kerja-kerja mereka sehingga kemudian lebih profesional,” ungkap Ansy Lema.

 

Selain dorongan pada dua aspek tersebut, Komisi IV DPR RI juga mendorong BPKIL Serang ini menjadi suatu bagian yang terintegrasi. Menurut Ansy Lema, perlu adanya penguatan kelembagaan institusional, sehingga statusnya menjadi Balai Besar. “Apakah balai ini yang hanya ada satu-satunya di Indonesia itu, bisa meng-cover dari Aceh hingga Papua? Dari Miangas hingga Pulau Rote. Kalau mungkin ini ada keterbatasan, mungkin perlu juga dipikirkan untuk ada satu balai seperti ini yang juga dibangun di Indonesia bagian timur ini agar memberikan hasil yang baik buat kualitas ikan,” pungkas Ansy Lema. (syn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Program ‘Food Estate’ di Kabupaten Humbahas Sumut Belum Optimal
26-01-2023 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Djarot Saiful Hidayat menilai pengembangan kawasanFood Estate(FE) hortikultura berbasis korporasi di kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas)...
Penebangan Mangrove Di Batam Membahayakan Ekosistem
26-01-2023 / KOMISI IV
Menyusul ditemukannya gudang arang ilegal berbahan baku mangrove di Batam, Kepulauan Riau, bisa dipastikan banyak mangrove ditebang di habitatnya. Praktik...
Komisi IV: Hentikan Eksploitasi Tambang Batu Bara yang Merusak dan Merugikan Negara
26-01-2023 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI bersama dengan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menertibkan kawasan tambang batu bara...
Komisi IV Temukan Produk Arang Ilegal, Ancam Keberadaan Mangrove
26-01-2023 / KOMISI IV
Pada inspeksi mendadak (sidak) di Kepulauan Riau (Kepri), Komisi IV DPR RI menemukan produk arang ilegal yang bahan bakunya diambil...