Dukung Naturalisasi Pemain Sepak Bola, Ratih Singkarru Dorong Pembibitan Talenta Para Atlet

01-09-2022 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dan Ketua Umum PSSI beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Foto: Devi/nvl

 

Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru mendukung dan menyambut baik naturalisasi terhadap dua atlet sepak bola Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh. Karena memang naturalisasi terhadap kedua atlet sepak bola ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat, agar dapat segera bergabung dengan Tim Nasional Indonesia. Di sisi lain Ratih juga mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga dan PSSI untuk melakukan pembibitan talenta para atlet, sehingga dapat mencetak atlet-atlet berprestasi.

 

“Kami dari Fraksi Partai Nasdem mendukung untuk terjadinya proses naturalisasi ini terhadap Mas, kita memanggilnya Mas sekarang ya, Mas Jordi Maas dengan Sandy Walsh untuk sesegera mungkin dilakukan. Tidak lain dan tidak bukan adalah tentu untuk memperkuat Timnas kita di pertandingan-pertandingan yang akan datang,” ujar Ratih dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dan Ketua Umum PSSI beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

 

Meskipun dirinya bukan pengamat sepak bola dan tidak secara dekat mengikuti dunia sepak bola, tapi ia paham dan cukup familiar terhadap sepak bola. Ia paham seperti Liga Inggris dan Liga Spanyol itu merupakan liga-liga yang sangat besar untuk persepakbolaan. Contoh lainnya juga Liga Belgia yang menghasilkan pemain-pemain kelas dunia. Sehingga Ratih juga mengerti dan paham atas animo masyarakat mengenai naturalisasi terhadap kedua atlet sepak bola itu lantaran kedua talenta itu sudah malang melintang di liga-liga besar tersebut.

 

“Jadi memang animo masyarakat ini, dukungan naturalisasinya sangat besar sekali. Tapi saya melihat hal ini sebagai hal yang luar biasa tanpa sedikitpun mendiskreditkan pemain Timnas kita yang ada sekarang. Pemain Timnas kita itu prestasinya juga sudah sangat luar biasa sekali dan saya percaya dan saya yakin ini pun berkat bimbingan, pantauan juga daripada saudara Kemenpora dan juga saudara Iwan (Ketum PSSI) atas prestasi yang sudah dicapai oleh Timnas-Timnas kita sekarang ini,” tutur Ratih.

 

Selain itu, Politisi Partai NasDem itu juga menyatakan kebingungannya di hadapan Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. “Kadang masih suka bertanya-tanya gitu, dalam hati, kenapa kita sampai dengan sekarang belum bisa mencetak talenta yang bisa bersaing dengan pemain pro di level 3 tertinggi secara konsisten, di tiap line up tim. Kayak misalkan sebagai kiper, bek, striker dan lain sebagainya secara merata, saya belum melihat kita sedang menuju ke arah sana. Saya enggak tahu kenapanya,” bingung Ratih.

 

Legislator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Barat itu menilai sistem yang bergulir di persepakbolaan nasional indonesia dari pembibitan, academy, liga junior, tingkatan divisi hingga liga utama sepertinya belum mampu, ataupun belum dapat menopang dan mendukung perkembangan talenta yang dapat mengantarkan prestasi Timnas. Ratih merasa mungkin memang inti dari melahirkan talenta berkualitas adalah di pembibitannya.

 

“Dan saya juga sering sekali berpikir masa sih kita 270 juta masyarakat Indonesia yang di mana di dalamnya itu ada range anak-anak kita umur 5 sampai 18 tahun yang di mana itu sebenarnya sangat bisa sekali untuk kita lakukan pendidikan, masa kita belum bisa menemukan bibit-bibit yang bisa memperkuat Timnas kita juga. itu Jadi mungkin pesan saya itu adalah hal tersebut yang di mana menurut saya ini mungkin menjadi PR yang sangat luar biasa besar untuk jajarannya saudara Menteri dan juga saudara Iwan sebagai Ketum PSSI agar bonus demografi kita ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” pinta Ratih.

 

Terlebih sesuai dengan arahan Presiden dan juga banyaknya atlet berprestasi di Indonesia, maka perlu adanya pengembangan untuk meningkatkan talenta para atlet di Indonesia. “Apalagi sekarang, event-event besar keolahragaan sudah sangat banyak kita ikuti dan kita mencetak prestasi yang luar biasa sekali. Jadi menurut saya pembibitan start point dari umur 5 sampai 18 tahun itu sangat perlu dan penting sekali,” pungkasnya. (gal/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kurikulum Bencana Jadi Bagian Penting dari Revisi RUU Sisdiknas
07-12-2022 / KOMISI X
Bencana gempa Cianjuryang belum lama berlalu banyak memakan korban pelajar danmemantik keprihatinan banyak kalangan. Menanggapi hal itu,Ketua Komisi X DPR...
RDP Panja Perguruan Tinggi Komisi X dengan LLDIKTI Hasilkan Enam Butir Pandangan Panja
06-12-2022 / KOMISI X
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja (Panitia kerja) Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menghasilkan...
Komisi X DPR RI Terima Kunjungan Kehormatan Komite Pendidikan Parlemen Jerman
05-12-2022 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menerima Kunjungan Kehormatan (courtesy call) dari Delegasi Komite Pendidikan Parlemen Jerman (Bundestag). Penerimaan Kunjungan Kehormatan itu...
Haerul Amri Akomodir Aspirasi Kurangnya Fasilitas Infrastruktur Penunjang Wisata di Kulon Progo
30-11-2022 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI, Mohammad Haerul Amri mengakomodir aspirasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY, mengenai kurangnya...