BKSAP Berkepentingan Mempopulerkan Bahasa Indonesia-Melayu di Kancah Internasional

07-09-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon (tengah) saat memimpin diskusi yang bertajuk 'Benchmarking Pembentukan Asosiasi Anggota Parlemen Berbahasa Melayu-Indonesia', di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (6/9/2022). Foto: Eko/Man

 

Bahasa Melayu sejak lama telah dikenal oleh masyarakat dunia. Bahasa ibu orang Melayu memainkan peran istimewanya sebagai bahasa penghubung di Nusantara. Hal itu juga bermakna Bahasa Melayu telah berkedudukan sangat penting bagi bangsa Indonesia jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Dalam konteks Indonesia dan beberapa negara modern yang berdiri, kemudian di Asia Tenggara, bahasa Melayu telah menyertai, melayani, menyemangati, mendorong, dan menyokong kemajuan bangsa dan negara-negara tersebut. Atas dasar inilah maka Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkepentingan mempopulerkan bahasa Indonesia-Melayu di kancah Internasional.

 

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon tengah mengupayakan wacana menjadikan bahasa Melayu atau Indonesia sebagai bahasa resmi atau bahasa pemersatu di Kawasan ASEAN. Dialek bahasa Melayu telah tersebar di beberapa negara, baik di dalam ASEAN sendiri maupun di beberapa negara yang memiliki fakta sejarah penyebaran budaya Melayu sejak era penjajahan.

 

"Bahasa Indonesia-melayu ini merupakan bahasa yang digunakan lebih dari 300 juta orang penutur, tidak hanya di Indonesia, Malaysia, Berunai, Singapura, Timor Leste, ada juga sebagian kecil di Thailand dan sebagian kecil di Filipina," papar Fadli saat memimpin diskusi yang bertajuk 'Benchmarking Pembentukan Asosiasi Anggota Parlemen Berbahasa Melayu-Indonesia', di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (6/9/2022).

 

Namun BKSAP ingin menekankan bahwa yang menjadi perhatian bukanlah Melayu dalam konteks bahasa tutur (dialek), melainkan dalam konteks bahasa tulis. Setidaknya bahasa Melayu dapat digunakan terlebih dahulu di forum-forum parlemen internasional dan Kawasan ASEAN.

 

Bangsa asing memandang bahasa Melayu sebagai bahasa internasional yang diperhitungkan di dunia. Keistimewaan itu disebabkan oleh sebarannya sangat luas di Asia, khususnya di Asia Tenggara, sehingga menjadi satu dari lima bahasa yang memiliki jumlah penutur terbanyak di dunia. Faktor yang paling menentukan peran pentingnya adalah kewibawaannya sebagai bahasa diplomasi utama dan satu-satunya yang digunakan oleh kerajaan-kerajaan tradisional nusantara. (ssb/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...