Gus Irawan Pesimis Target Serap Dana Usulan Waskita Karya Tercapai

14-09-2022 / KOMISI XI

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu. Foto: Munchen/nvl

 

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengaku pesimis atas target penyerapan dana sebesar Rp980 miliar dari masyarakat yang diusulkan PT Waskita Karya (Persero) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) akan tercapai. Pasalnya, kondisi ekonomi di masyarakat saat ini masih sepenuhnya pulih dan juga kondisi perusahaan yang masih merugi.

 

“Rasanya kalau dilihat dengan situasi sekarang, Rp900 miliar enggak akan terpenuhi lah ini, tapi kan sudah dihitung kita butuh Rp3,9 triliun (dari rights issue) pemerintah masuk Rp3 triliun, dan Rp900 miliaran itu publik, cuma saya kira itu tak akan terpenuhi," ujar Gus Irawan dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI bersama Direksi Waskita Karya, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta,  Senin (12/9/2022).

 

Diketahui, Waskita akan melakukan right issue untuk menampung Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp3 triliun. Meski begitu, Waskita juga memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk ikut membeli saham lewat skema rights issue. Waskita menargetkan akan menampung modal sebesar Rp980 miliar dari masyarakat lewat rights issue.

 

Gus Irawan pun mempertanyakan terkait langkah yang diambil Waskita apabila tujuan tersebut tidak terpenuhi. Terlebih, jika dana yang mencapai Rp980 miliar itu juga masuk ke dalam tambahan modal kerja. "Pertanyaannya, kalau tak terpenuhi yang Rp900 miliar itu ditutup dari mana lagi pak Dirut? Cuma kan dananya tetap harus dipenuhi oleh publik, itu dana dari mana tutupnya," ungkap politisi dapil Sumatera Utara II ini.

 

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono menjelaskan untuk penyelesaian jalan tol penugasan semuanya sudah ditanggung lewat PMN di tahun 2021 dan 2022. Destiawan mengatakan apabila target penyerapan modal publik tidak tercapai, maka pihaknya akan mencari opsi lain untuk memenuhi hal tersebut. Salah satu opsinya adalah melakukan pinjaman. "Seandainya tidak kami dapatkan yang Rp900 miliar kami harus datang ke bank lakukan pinjaman," jawab Destiawan. (hal/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Belum Dapat DIPA APBN 2023, Badan Otorita IKN Harus Cari Cara Yakinkan Investor
06-02-2023 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas mendorong Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mencari cara dalam meyakinkan investor...
Legislator Desak OJK Intensifkan Pengawasan Asuransi Unit Link
06-02-2023 / KOMISI XI
Presiden RI Joko Widodo memberikan sorotan khusus terhadap persoalan asuransi Unit Link dalam sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan...
Legislator Apresiasi Kontribusi PT SMI terhadap Pembangunan Infrastruktur di Kalsel
06-02-2023 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengapresiasi kontribusi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dalam mendukung pembiayaan dari berbagai proyek...
Komisi XI Dukung Pemerataan Pembangunan di Kalsel
06-02-2023 / KOMISI XI
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan mengaku optimistis atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan...