Puteri Komarudin Imbau BTN Penuhi Kebutuhan Rumah Bagi Milenial

16-09-2022 / KOMISI XI

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto: Mentari/nvl

 

PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana melakukan penambahan modal dengan mekanisme Rights Issue sebesar Rp4,13 triliun, yang bagi atas hak publik sebanyak Rp1,65 triliun dan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,48 triliun. Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai aksi korporasi tersebut harus mampu membantu penuhi kebutuhan rumah bagi kalangan milenial.

 

“Persoalan ketersediaan rumah dengan harga terjangkau ini sangat dirasakan anak-anak muda seusia saya. Terutama, mereka yang baru menikah masih kesulitan untuk memiliki rumah. Karenanya, saya harap lewat aksi korporasi ini bisa semakin meningkatkan penyediaan rumah yang layak. Sehingga, memudahkan anak muda untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau dan berkualitas,” ungkap Puteri dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Jumat (16/9/2022).

 

Data BTN menyebut kebutuhan atau backlog rumah mencapai 12,7 juta unit. Sementara itu, sekitar 38,3 persen keluarga masih menghuni rumah yang tidak layak huni. Fakta lainnya menyatakan sekitar 5,8 juta generasi milenial masih belum memiliki rumah.

 

“Selain karena harga rumah di perkotaan yang terlampau tinggi, anak muda juga dihadapkan dengan kemampuan dari segi penghasilan. Belum lagi tantangan tren kenaikan suku bunga kredit yang membuat kita berpikir ulang untuk ambil KPR. Ini yang membuat generasi milenial tak mampu menjangkau harga rumah. Karenanya, BTN harus hadirkan inovasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sesuai kemampuan finansial anak muda,” ujar Puteri.

 

Sebagai informasi, BTN menyatakan dana rights issue tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dengan menjaga rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) minimal sebesar 15,40 persen. Dengan permodalan yang semakin kuat, BTN memperkirakan mampu menyalurkan 1,32 juta unit rumah KPR dengan menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 

“Dengan adanya rights issue ini, berapa porsi KPR yang nantinya menyasar kalangan milenial? Saya harap BTN bisa terus menunjukkan keberpihakan untuk mendukung anak-anak muda memiliki rumah,” lanjut politisi Partai Golkar tersebut. Menutup keterangannya, Puteri mengingatkan BTN untuk menjamin kualitas rumah yang dibiayai melalui KPR dan memastikan pembangunan rumah tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

“Ini yang terjadi di dapil saya seperti di Karawang. Dimana, seiring banyaknya perumahan justru sawah-sawah produktif dan area resapan air semakin berkurang dan mengakibatkan banjir. Karenanya tidak hanya kualitas rumah saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga dampak pembangunan terhadap lingkungan,” tutup legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VII tersebut. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ecky Muharam: Jati Diri Koperasi Berbeda dengan Sektor Jasa Keuangan
02-12-2022 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menegaskan, jati diri koperasi seharusnya tidak memasuki ranah sektor jasa keuangan, meskipun...
Soal Tugas Awasi Koperasi, Fathan: Beban Kerja OJK Akan Semakin Berat
02-12-2022 / KOMISI XI
Pemerintah berencana memberikan mandat baru bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nantinya OJK tidak hanya mengawasi kinerja perbankan dan investasi, namun...
Bahas RUU P2SK, Komisi XI: Pengawasan Koperasi Tetap Harus di Bawah Kemenkop-UKM
02-12-2022 / KOMISI XI
Komisi XI DPR RI menegaskan bahwa pengawasan untuk koperasi simpan pinjam yang berbentuk tertutup (close loop) maupun terbuka (open loop)...
Hadiri Forum Politisi Muda Asean, Puteri Komaruddin Paparkan Strategi Pemulihan Pasca Pandemi
28-11-2022 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menghadiri forum regional kebijakan luar negeri kawasan Asia Tenggara, the ASIA Media Forum...