Legislator Minta Kemenkes Perkuat Pencegahan Penyakit DBD

21-09-2022 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Rizal dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Wakil Menteri Kesehatan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9) malam. Foto: Munchen/Man

 

Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Rizal meminta Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di daerah yang memiliki kasus endemik yang tinggi. Diketahui, hingga bulan Juli 2022 ini, ada 52.313 kasus demam berdarah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 448 orang meninggal dunia.

 

"DBD ini jadi kegelisahan masyarakat, karena setiap masuk musim penghujan penyakit ini pasti datang. Bukan hanya sakit, bahkan menyebabkan kematian," ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Wakil Menteri Kesehatan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9) malam.

 

Rizal mengatakan, tren peningkatan kasus DBD selalu meningkat di musim hujan. Karena itu, diharapkan pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit DBD.

 

Ia mencontohkan, kasus DBD di Provinsi Banten yang terus meningkat. "Kami mohon perhatian dari Kemenkes, misalnya harus disediakan alat-alat penyemprotan di Puskesmas, terutama di Banten sudah banyak yang masuk rumah sakit karena Dengue," kata politisi dapil Banten III ini. 

 

Politisi dari F-PAN ini mengakui, tak jarang pihaknya diminta masyarakat untuk melakukan fogging untuk memberantas nyamuk DBD. "Karenanya, alangkah baiknya pemerintah hadir, misalnya menyediakan alat - alat penyemprotan dan juga obat-obatan. Saya kira ini perlu menjadi perhatian," tandasnya.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan inovasi penanganan DBD dengan menggunakan nyamuk Wolbachia. Nyamuk Wolbachia disebarkan di daerah dengan angka DB tertinggi.

 

“Wolbachia ini adalah nyamuk yang kalau nanti dia kita sebar kemudian dia kawin dengan nyamuk aedes aegypti, maka aedes aegyptinya tidak mengandung dengue lagi. Sehingga waktu menggigit orang, orang tersebut tidak akan tertular dengue, sehingga denguenya menjadi lebih tercover,” ujar Dante.

 

Menurut Dante langkah tersebut lumayan membantu karena angka kematian yang menurun. "Walaupun angka kematian sampai hari ini baru 23 kasus, hanya 23 kasus dari dua ribu sekian kasus yang ada sampai bulan September ini,” kata Dante. (ann/aha) 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Muhammad Rizal Minta Perbaiki Koordinasi terkait Distribusi Vaksin Covid-19 di Tangsel
02-12-2022 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Rizal meminta Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya Dinas Kesehatan, untuk memperbaiki jalur...
Irma Suryani Soroti Ketersediaan Alkes di Faskes-Faskes Daerah
02-12-2022 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyoroti ketersediaan alat-alat kesehatan (alkes) di fasilitas kesehatan daerah. Ia mengaku mendapat keluhan...
Haruna Pertanyakan Produksi Dokter di Indonesia kepada Kemenkes
02-12-2022 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Haruna mengatakan, produksi kedokteran di Indonesia hanya dilaksanakan oleh 92 universitas, dengan program studi (prodi)...
Komisi IX Kunjungi Bio Farma, Awasi Ketersediaan Vaksin Covid-19
01-12-2022 / KOMISI IX
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Komisi IX DPR RI...