Jadi Tumpuan Lifting Nasional, Blok Rokan Harus Mendapat Perhatian

27-09-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI. Foto: Erman/nvl

 

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengungkapkan, Blok Rokan dulunya merupakan penghasil 40 persen lifting minyak nasional. Namun setelah alih kelola dari PT Chevron serta dinamika yang terjadi dalam pengelolaannya oleh Pertamina Hulu Rokan, produktivitas dari Blok Rokan tinggal 20-25 persen dari target lifting nasional.

 

“Setelah peralihan, teknologi yang seharusnya diterapkan dan mendapatkan perhatian lebih khusus karena keunikan jenis kandungan minyak yang ada di Blok Rokan. Apalagi pengalihannya ini seperti yang saya katakan sangat politis, karena Chevron juga masih punya minat untuk melanjutkan operasi Blok ini,” ujar Herman kepada Parlementaria di Pekanbaru, Riau, Senin (26/9/2022).

 

Dari eksplorasi di Blok Rokan, Pertamina sendiri memasang target 160 ribu barel per hari, padahal sebelum alih kelola, produktivitas dari Blok Rokan bisa mencapai 200 ribu barel per hari. Hal inilah menurut Herman harus dikejar oleh Pertamina Hulu Energi sebagai subholding upstream pengelolaan Blok Rokan.

 

“Menjadi tantangan ke depan, pengeborannya harus lebih banyak. Karena di sini sumurnya tidak terlalu dalam, sehingga penggaliannya harus lebih banyak apalagi karakteristiknya berada di sela-sela batuan yang terpisah-pisah. Meskipun potensinya besar, namun terpisah-pisah, sehingga pengeborannya harus lebih banyak,” tutur Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.

 

Diketahui, Blok Rokan selama ini menjadi tumpuan lifting minyak Indonesia. Meskipun saat produktivitasnya hanya 20-30 persen dari lifting minyak nasional, tetap akan mampu menopang target lifting nasional yang diatas 700 ribu barel per hari. 

 

“Oleh karena itu ini yang saya kira harus menjadi perhatian khusus. Targetnya sekarang adalah 160 ribu barel per hari dan sekitar 500 sumur baru. Kemudian prognosanya di sekitar 430-460 sumur. Ini harus terus didorong oleh negara agar betul-betul dapat meningkatkan lifting minyak nasional,” pungkasnya. (es/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Putu Supadma Apresiasi Pencapaian Airnav Indonesia
03-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mengapresiasi kinerja Perum LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) atau yang...
Komisi VI Apresiasi Program Perumahan Nasional BTN
02-12-2022 / KOMISI VI
Komisi VI mengapresiasi pencapaian PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang berhasil menjadi salah satu kontributor utama tercanangkannya Program Perumahan...
Komisi VI Akan Sampaikan Aspirasi Aliansi Koperasi ke Kemenkop-UKM terkait RUU P2SK
02-12-2022 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji mengungkapkan pihaknya akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan Forum Koperasi Indonesia (Forkopi) terkait pembahasan...
Legislator Nilai KEK Kesehatan dan Pariwisata Sanur Bali Sangat Dibutuhkan
02-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata di Sanur, Bali sangat...