Komisi VI Apresiasi Progres Program RDMP Kilang Pertamina Balikpapan

28-09-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat meninjau langsung Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (26/9/2022). Foto: Ayu/nvl

 

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mengapresiasi progres proyek pengembangan Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Sebagaimana diketahui bahwa KPI unit V Balikpapan ini tengah melakukan proyek pengembangan atau peningkatan kapasitas melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2024 mendatang. 

 

"Tujuan kami kesini dalam rangka pengawasan kinerja dan operasional, atau memastikan apakah sejauh ini semuanya berjalan sesuai rencana. Karena Pertamina sebagai salah satu BUMN di bidang energi merupakan mitra kerja Komisi VI DPR RI," ujar Gde Sumarjaya Linggih saat meninjau langsung Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (26/9/2022). 

 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan, dari tinjauan langsung ke lapangan ditambah paparan yang disampaikan oleh General Manager KPI Unit Balikpapan, Arafat Bayu Nugroho, Komisi VI mendapat kepastian bahwa progres proyek tersebut berjalan sesuai dengan rencana. 

 

Dengan demikian, ia berharap agar program RDMP tersebut dapat terus berjalan sesuai target yang ditetapkan. Hal itu mengingat kebutuhan energi nasional yang cukup tinggi. Sehingga butuh dukungan yang lebih untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. 

 

Dengan program RDMP ini, kapasitas produksi kilang ditargetkan akan meningkat atau bertambah sebanyak 100 ribu barel per hari (bph). Jika saat ini KPI Balikpapan ini hanya mampu memproduksi minyak 260 ribu bph, maka ke depan jika proyek tersebut selesai kapasitas produksi kilang Balikpapan akan mencapai 360 ribu barel per hari (bph).

 

"Jika proyek pengembangan KPI Balikpapan ini selesai maka jumlah produksinya akan melebihi atau mengungguli Kilang (KPI) Cilacap, Jawa Tengah yang saat ini kapasitas produksi nya 345 ribu bph. Sehingga dengan kata lain, KPI Balikpapan ini di tahun 2024 mendatang akan menjadi kilang dengan kapasitas produksi terbesar, yakni sebesar 360 ribu bph," pungkas Demer sapaan Gde Sumarjaya Linggih. 

 

Dalam kunjungan tersebut Demer juga didampingi oleh Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, seperti Adisatrya Suryo Sulistyo, Harris Turino, La Tinro La Tunrung, Muhammad Rapsel Ali, Ali Ahmad, Muslim dan Amin. (ayu/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Putu Supadma Apresiasi Pencapaian Airnav Indonesia
03-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mengapresiasi kinerja Perum LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) atau yang...
Komisi VI Apresiasi Program Perumahan Nasional BTN
02-12-2022 / KOMISI VI
Komisi VI mengapresiasi pencapaian PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang berhasil menjadi salah satu kontributor utama tercanangkannya Program Perumahan...
Komisi VI Akan Sampaikan Aspirasi Aliansi Koperasi ke Kemenkop-UKM terkait RUU P2SK
02-12-2022 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji mengungkapkan pihaknya akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan Forum Koperasi Indonesia (Forkopi) terkait pembahasan...
Legislator Nilai KEK Kesehatan dan Pariwisata Sanur Bali Sangat Dibutuhkan
02-12-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata di Sanur, Bali sangat...