Mengenang Dukungan Diplomasi Rusia terhadap Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

06-10-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua GKSB DPR RI-Parlemen Rusia Adies Kadir saat pertemuan bilateral dengan 'Head Friendship Group of the Federation Council (Russia)', Liliya Gumerova. Foto: Runi/nvl

 

Hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia sudah terjalin lebih dari 70 tahun, dalam rentang waktu selama ini telah melalui serangkaian peristiwa yang tidak sederhana. Sejak awal kemerdekaan Indonesia dan masa lalu Rusia saat itu Uni Soviet, kedekatan kedua negara ini membuat mata dunia menjatuhkan pandanganya. Bahkan terkadang kemesraanya membuat iri yang lainnya.

 

Presiden Pertama RI Soekarno sekaligus Proklamator kemerdekaan Indonesia kerap mendapat sambutan bahkan pelukan hangat dari Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev, keduanya banyak menjalin kerjasama di sektor, infrastruktur, ekonomi, teknik militer, hingga pendidikan. Bahkan sampai saat ini hubungan Indonesia dan Rusia semakin terjalin erat. Pada pertemuan antara Ketua GKSB DPR RI-Parlemen Rusia Adies Kadir dengan 'Head Friendship Group of the Federation Council (Russia)', Liliya Gumerova, keduanya saling mengungkapkan kekaguman.

 

Keduanya saling memberikan apresiasi, Adies mengungkapkan, bagi Indonesia, Rusia adalah salah satu mitra penting. Sejak penandatanganan 'Deklarasi tentang Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21' oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 21 April 2003, hubungan kedua negara mengalami peningkatan.

 

"Kami sangat mengapresiasi, hubungan bilateral di antara kedua negara kita yang sudah terjalin lebih dari 70 tahun telah berjalan dengan baik. Dukungan diplomasi Rusia di dunia internasional terhadap perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia tidak kami lupakan dan akan selalu menjadi catatan sejarah kami," ungkap Adies di ruang pertemuan Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

 

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan, baru-baru ini hubungan baik kedua negara juga tercermin antara lain dari pertemuan bilateral di antara pemimpin kedua negara, seperti pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada 30 Juni 2022, sebagai rangkaian misi perdamaian Indonesia setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.

 

"Saya sangat mengapresiasi hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Putin di Moskow, yang antara lain akan memberikan jaminan keamanan logistik pupuk dan pangan, khususnya gandum, dari Rusia dan Ukraina," ujar Adies.

 

Tak lupa, dia pun berterima kasih kepada Rusia atas kehadirannya dalam pertemuan G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20) di Jakarta. "Kami meyakini, kehadiran Yang Mulia akan memberi kontribusi bagi kelancaran pertemuan P20. Kehadiran dan kunjungan Yang Mulia beserta delegasi di Jakarta menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk membicarakan kerja sama Indonesia dengan Rusia, termasuk kerja sama antarparlemen kedua negara kita," papar Adies. (ssb/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...