Mardani Ali Sera: Perlu Adanya Kesamaan 'Framework' untuk Hadapi Krisis Global

06-10-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera usai Sesi Pertama P20 "Accelerating Sustainable Development and Green Economy” di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Foto: Devi/nvl

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menjelaskan perlu adanya framework bersama antar setiap negara untuk menghadapi krisis yang kini tengah melanda global. Menurutnya, Parliamentary Speakers' Summit (P20) kali ini merupakan moment yang efektif untuk menyamakan framework tersebut.

 

“Intinya semua sadar kondisi tidak sedang baik-baik saja, dan level krisisnya bukan level krisis regional atau nasional tapi global. Jadi perlu ada framework bersama. Kami merasakan semuanya semangat tadi,” kata Mardani saat ditemui saat sela-sela Sesi Pertama P20 "Accelerating Sustainable Development and Green Economy” di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

 

Dijelaskannya, dalam agenda P20 ini banyak negara yang bisa diajak kerja sama dan berbagi pengalamannya dalam meningkatkan kesejahteraan yang selaras dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

 

“Kita sudah punya contoh teladan bagaimana dalam waktu singkat bisa menaikkan SDGs, di Cina dalam jumlah penduduk yang sedemikian besar, dia siap untuk best practices-nya seperti apa. Tadi dari Inggris juga tadi menyampaikan bagaimana mereka punya kesiapan untuk bekerja sama secara multilateral, Namibia tadi bagus mengangkat tentang bagaimana SDGs bisa dicapai khusus buat negara-negara berkembang, afrika khususnya,” papar Mardani. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Politisi Fraksi PKS ini juga memuji pidato Presiden Joko Widodo yang dinilainya menggambarkan langkah terbaik yang mesti diambil Indonesia untuk meningkatkan SDGs. “Intinya kita harus rendah hati dan betul-betul menurunkan ego tadi pesannya dan kita harus berdiri diatas kaki sendiri lebih dahulu. Tadi Bu Isma Yatun (Ketua BPK) menyampaikan apa yang sudah dibuat oleh Indonesia, akan banyak badai tapi kapal kita kapal yang kuat Insyaallah,” sambungnya.

 

Oleh karena itu menurutnya, untuk mendukung hal ini DPR RI perlu belajar dari negara-negara yang dianggap berhasil mencapai target SDGs dan mulai memfokuskan fungsi-fungsinya, seperti meningkatkan kualitas perundang-undangan, pemfokusan peganggaran, dan pengawasan setiap program kegiatan eksekutif yang harus berujung kepada sejahteraan rakyat. 

 

“Kayak misalkan, Krisis covid 19 itu tidak satupun negara yang pernah mengalami 100 tahun terkahir, tapi ada beberapa negara yang sukses kayak Selandia Baru, Australia, dan beberapa negara kayak Korea Selatan juga bagus. itu mereka sharing di regulasi. Tetapi budgeting juga tadi diangkat tentang bagaimana betul-betul fokus anggaran itu people to people, betul-betul jangan lagi ada proyek-proyek mercusuar,” jelasnya. (we/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...