Terdapat Perbedaan Pandangan Terhadap Krisis Pangan, Hafisz Tohir Upayakan Tetap akan Ada Kesepakatan

06-10-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir (tengah) saat acara 2nd session of the 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Foto: Geral/Man

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menyatakan terdapat perbedaan pandangan terhadap langkanya pangan atau krisis pangan. Beberapa negara menunjukan beberapa polarisasi dan anggapan mengenai penyebab terjadinya krisis pangan. Dalam statement beberapa negara ada yang menganggap bahwa apa yang dilakukan Rusia benar begitu juga dengan Ukraina. Meski demikian, Hafisz Tohir menyatakan akan tetap mengupayakan untuk terjadinya kesepakatan.

 

“Beberapa negara menganggap bahwa terjadinya macetnya supply & demand dari kejadian antara Rusia dan Ukraina mengakibatkan krisis pangan dan krisis gas. Kemudian dalam statement yang disampaikan beberapa negara tersebut juga menunjukan beberapa polarisasi ada yang menganggap bahwa apa yang dilakukan Rusia sudah benar dan juga yang dilakukan Ukraina juga benar,” kata Hafisz pada Parlementaria seusai acara 2nd session of the 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

 

Sebagai tuan rumah, DPR RI pun berusaha untuk sebaik mungkin bersikap dan berusaha membuat P20 ini menghasilkan resolusi-resolusi terkait dengan ketahan pangan dan juga climate change dan sustainable development terhadap pembangunan ke depan. DPR RI juga bukan pada posisi untuk mengambil keputusan terhadap perbedaan pandangan tersebut karena memang resolusi merupakan hasil dari konsensus sehingga jika ada satu yang menolak maka tidak bisa menjadi joint resolution.

 

“Bisa saja terkait dengan usulan security dan permasalahan Rusia dan Ukraina tidak tercapai kesepakatan kalau ketahanan pangan tetap kita masukan karena itu bagian daripada upaya P20 menyelesaikan krisis pangan yang terjadi pada saat ini,” ujar Politisi Fraksi PAN itu. 

 

Adanya perbedaan pendapat mengenai akibat krisis pangan yang terjadi karena Rusia-Ukraina ini menurut Hafisz merupakan bagian daripada dinamika yang wajar terjadi. Namun P20 mengupayakan untuk tercapainya resolusi terkait dengan hak warga negara dan hak segala bangsa untuk mendapatkan pelayanan atau kesediaan pangan dan baik dari sisi kemanusiaan dan sisi negara yang berdaulat.

 

“Jadi kalau kita lihat di Eropa terjadi krisis gas, krisis pangan, maka kita tidak menginginkan bahwa sesuatu yang terjadi itu mengakibatkan negara tersebut sulit untuk mencapai untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Ini yang kita tekankan di resolusi tersebut, kemungkinan itu akan terjadi kesepakatan,” pungkas legislator dapil Sumatera Selatan I itu. (bia,gal/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...