Minimalisir Polarisasi, P20 Utamakan Dialog dalam Demokrasi

07-10-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir saat diwawancarai usai mengikuti rangkaian forum P20 dengan tema ‘Effective Parliament, Vibrant Democracy’ di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Foto: Jaka/nvl

 

Di tengah situasi konflik global yang kini terjadi, demokrasi Indonesia dinilai tetap berjalan ‘on track’. Sehingga, DPR RI sebagai tuan rumah Parliamentary Forum in the Context of the G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20) berupaya menanamkan semangat para perwakilan parlemen anggota G20 agar tetap menjaga demokrasi yang vibran dan kondusif, dengan mengedepankan dialog guna meminimalisir polarisasi.

 

Demikian tanggapan tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir kepada Parlementaria usai mengikuti rangkaian forum P20 dengan tema ‘Effective Parliament, Vibrant Democracy’ di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Sejak melewati masa reformasi, ungkapnya, demokrasi Indonesia turut mengarah pada tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

 

“Kita (Indonesia) yang sudah mengimplementasikan demokrasi modern, masa-masa reformasi sejak tahun 1998 itu semakin hari menunjukan kualitas demokrasi yang lebih baik. Walaupun ada perbedaan yang sangat tajam antara blok Rusia dan blok membela Ukraina, demokrasi kita sudah berjalan on the track,” tutur Hafisz.

 

Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI itu menyoroti negara-negara, seperti Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat, pelopor demokrasi sudah mencapai titik jenuh. Hal ini bisa dibuktikan dengan terjadinya penurunan jumlah pemilih yang signifikan pada pemilihan umum. Indonesia, baginya, berpotensi menjadi negara acuan untuk mempertahankan demokrasi yang mengutamakan kesejahteraan yang lebih baik.

 

“Demokrasi (Indonesia) sangat diterima, lalu direspon positif oleh investasi para pelaku bisnis. Jadi, ini sangat penting bagi kita. Dalam transformasi energi perlu dukungan investasi dan dukungan kepercayaan dunia untuk memasukkan modalnya ke Indonesia,” ucapnya.

 

Terakhir, dirinya menekankan harus ada regenerasi dalam demokrasi. Dari sudut pandangnya, anak-anak muda harus diberikan peluang untuk berkecimpung di dunia politik. Tanpa keterlibatan mereka, jelasnya, kebijakan-kebijakan publik yang diputuskan menjadi tidak relevan dengan kondisi sekaligus situasi pada masa mendatang.

 

“Kesempatan anak-anak muda untuk menjadi politikus, untuk menjadi wakil rakyat itu, sangat terbuka di sistem demokrasi Indonesia ini melalui peraturan yang telah disahkan. Kita bisa melakukan reformasi demokrasi dan juga kita bisa mengangkat gender dan juga milenial ke tahap pengambil keputusan di Republik ini yaitu sebagai anggota parlemen,” tandas Hafisz. (ts/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Gelar 'Executive Briefing', DPR RI Siap Sukseskan Presidensi dan Sidang AIPA ke-44
23-01-2023 / B.K.S.A.P.
Indonesia secara resmi telah menerima tongkat estafet Keketuaan ASEAN atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2023 dari Kamboja. Di...
Pemkab Bogor Perlu Implementasikan SDGs Guna Selesaikan Persoalan Ketahanan Pangan
22-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengimplementasikanSustainable Development Goals(SDGs)...
GKSB Indonesia-Korea Selatan Buka Potensi Kerja Sama Bidang Pertanian
19-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Parlemen Korea Selatan Edward Tannur menekankan kerja sama Indonesia dan Korea...
GKSB Indonesia-Perancis Pastikan Kerja Sama Kedua Negara Jadi Lebih Erat
18-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Indonesia-Prancis Hetifah Sjaifudian menerima kunjungan Senat Perancis Mr. Damien Regnard yang didampingi oleh Sekretaris Satu...