Musthofa Dukung PT Biofarma Peroleh PMPP Rp68 Miliar

07-11-2022 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Keuangan dan PT Biofarma, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022). Foto: Vidhy/Man

 

Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa mengapresiasi kinerja keuangan PT Biofarma yang dinilai sehat sepanjang 2017-2019. Dengan perolehan rekam jejak ini, baginya, pantas bagi PT Biofarma untuk memperoleh dukungan Penyertaan Modal Pemerintah Pusat (PMPP) sebesar Rp68 miliar.

 

“Jadi, saya melihat Bio Farma ini sangat sehat dari sisi keuangan, mulai dari return of asset dan return of equity sangat bagus. Kalau keuangan sehat, saya pastikan semua akan bisa berjalan dengan baik. Pada prinsipnya, kami sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh Menteri Keuangan (dalam memberikan dukungan PMPP Biofarma),” tutur Musthofa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Keuangan dan PT Biofarma, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022).

 

Diketahui, dalam laporan laba rugi PT Biofarma 2017-2021 tercatat berhasil membukukan kenaikan laba sebesar Rp1.892 triliun. Selain itu, berdasarkan laporan neraca PT Biofarma 2017-2021, terjadi peningkatan yang baik mulai dari aset, liabilitas, dan ekuitas. Secara rasio keuangan 2017-2021, PT Biofarma secara umum dalam kondisi baik seperti current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, return on asset, dan return on equity.

 

Menutup pernyataannya, politisi Fraksi PDI-Perjuangan (F-PDIP) itu berharap proses PMPP PT Biofarma berjalan sesuai rencana. Sehingga, ke depannya, PT Biofarma bisa semakin memaksimalkan potensinya untuk memberikan kontribusi terbaik di bidang kesehatan.

 

“Prinsip kami, dari Fraksi PDI Perjuangan, mendukung untuk pelaksanaan (PMPP) ini mudah-mudahan benar-benar terlaksana dengan baik. Kami sampaikan mudah-mudahan Bio Farma ini kelak bisa terus untuk membantu kemaslahatan umat dan kepentingan rakyat kita semua di seluruh Indonesia,” tutup Musthofa.

 

Pada kesempatan yang sama, mewakili Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menerangkan PT Bio Farma adalah BUMN yang sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Bergerak di sektor farmasi dan pelayanan kesehatan, tujuan penyertaan PMPP adalah optimalisasi BMN berupa aset eks flu burung Kementerian Kesehatan.

 

Ia berharap, jika PMPP disetujui, PT Biofarma menjadi lebih produktif. Sehingga, bisa meningkatkan kapasitas usaha dan produktivitas perusahaan. Tidak hanya itu, PMPP sebesar Rp68 miliar untuk PT Biofarma diharapkan mendorong daya saing perusahaan sektor industri farmasi sekaligus mempercepat pengembangan produk bioteknologi. (ts,rgt/rdn)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi XI Minta Alokasi Dana Sawit untuk 'Replanting' Harus Diperbesar
05-02-2023 / KOMISI XI
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie OFP memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi XI DPR RI di Pontianak,...
Komisi XI Ingatkan LPDP Ada Potensi Defisit Anggaran 2023 Sebesar Rp 2 Triliun
03-02-2023 / KOMISI XI
Komisi XI DPR RI mengingatkan LPDP bahwa terdapat potensi defisit di proyeksi anggaran pendapat dan belanja tahun 2023. Besaran defisit...
UU Harmonisasi Peraturan Pajak Berhasil Menggenjot Penerimaan Negara
03-02-2023 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah disahkan DPR RI beberapa...
Komisi XI Apresiasi Peningkatan Realisasi Penerimaan Pajak serta Bea Cukai Kalimantan Timur
02-02-2023 / KOMISI XI
Realisasi penerimaan pajak dan bea cukai di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang tinggi. Oleh karena capaian itu,...