Menggalang Gotong-Royong Antar Negara untuk Atasi Perubahan Iklim

14-11-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana saat intervensi pada sidang COP27 sesi 'Prioritizing Accountability, for Climate Justice' di Sharm El-Sheikh, Mesir. Foto: BKSAP/nr

 

Kolaborasi antar negara di berbagai sektor menjadi kekuatan dalam mengatasi permasalahan dunia, termasuk diantaranya mengurangi dampak perubahan iklim. Peningkatan kolaborasi antar para pemimpin lembaga keuangan dari masing-masing negara dengan sektor perbankan menjadi penting karena akan mendorong terciptanya pola kemitraan secara bergotong royong untuk menyelesaikan masalah pembiayaan perubahan iklim.

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyampaikan, saat ini dunia tengah dilanda berbagai macam krisis. Mulai dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, krisis iklim, permasalahan kemanusiaan hingga konflik geopolitik yang berdampak pada kacaunya beberapa tatanan internasional yang dirasakan di setiap penjuru dunia.

 

“Oleh karena itu, tidak ada negara yang dapat menyelesaikan masalah pembiayaan perubahan iklim sendirian,” tegas Putu dalam intervensinya pada sidang COP27 sesi 'Prioritizing Accountability, for Climate Justice' di Sharm El-Sheikh, Mesir, Minggu (13/11/2022).

 

Menurutnya kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Dia meyakini, dengan adanya kerja sama internasional dan melakukan beberapa perubahan terhadap sistem yang ada, dunia akan mampu mengatasi berbagai macam krisis yang tengah melanda.

 

Di sisi lain, Putu menuturkan sumber daya keuangan dan investasi memegang peranan penting dalam mengatasi perubahan iklim. Baik untuk mengurangi emisi, mempromosikan adaptasi terhadap dampak yang sudah terjadi, hingga untuk membangun ketahanan global.

 

“Saya percaya bahwa parlemen memainkan peran penting. Melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, harus bisa memastikan akuntabilitas dan transparansi pembiayaan perubahan iklim,” terang Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

 

Atas dasar itu pula, Putu menegaskan pentingnya sebuah akuntabilitas dijadikan tolok ukur parlemen dalam mengawasi realisasi pembiayaan perubahan iklim. Disamping itu, parlemen juga menyuarakan aspirasi dari masyarakat sipil dan juga para ahli terkait isu-isu perubahan iklim.

 

“Karena itu, mari kita kerjakan rencananya. Mari kita berkomitmen dengan aksi yang lebih nyata, dan saya yakin, dengan gotong royong kita bisa memastikan dunia yang tangguh dan lebih berkelanjutan,” pungkas Politisi Dapil Bali ini. (ssb/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...