Holding BUMN Farmasi Harus Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor

25-11-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh. Foto: Oji/nr

 

Komisi VI DPR RI mendesak holding BUMN farmasi mengurangi ketergantungan bahan baku obat impor dengan memanfaatkan keanakeragaman hayati dalam negeri.

 

Hal itu menjadi salah satu poin kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR RI dengan PT Bio Farma (Persero) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2022). Rapat membahas kinerja korporasi Tahun 2022 serta isu aktual mengenai standar keamanan produksi obat.

 

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menyampaikan bahwa Indonesia masih dominan bergantung pada obat hingga bahan baku farmasi impor. "Mengenai bahan baku impor, Indonesia masih 90 persen bahan baku obatnya adalah impor. Sementara, Kimia Farma Sungwun memproduksi bahan baku obat. Nah, sejauh mana Sungwun ini bisa berkontribusi terhadap pengurangan bahan baku obat impor," tanya politisi dari F-Gerindra ini.

 

Berdasarkan Kunjungan Kerja Komisi VI ke PT Kimia Farma Sungwun Juli lalu, diketahui PT Kimia Farma telah menandatangani perjanjian kerja sama pembelian bahan baku obat dalam negeri dengan anak usaha perseroan, PT Kimia Farma Sungwun Pharmocopia (KFSP).

 

Ia mengatakan, kerja sama tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dengan menggunakan penggunaan bahan baku produksi lokal. Namun, ia menilai kerja sama tersebut belum memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan bahan baku impor.

 

"Apakah betul kapasitas produksinya tidak maksimal atau memang tidak diserap oleh perusahaan farmasi kita," sambung Husein. Lebih lanjut, Husein menambahkan, optimalisasi penggunaan bahan baku produksi lokal bertujuan meningkatkan kemandirian kesehatan nasional. "Kita meneken MoU dengan Korea ini agar kita bisa menekan ketergantungan terhadap bahan baku impor, ini juga penting," tandasnya. (ann/mh)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VI Usul Pembentukan Holding Perusahaan Logistik Negara, Martin Manurung: PT Pos Indonesia 'Lead'-nya
04-02-2023 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI mengusulkan agar BUMN membentuk holding dibidang industri logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai lead dari holding...
Legislator Usulkan Program-Program yang Mendukung Transformasi PT Pos Indonesia
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal mengusulkan PT Pos Indonesia membuat program central titipan guna mempermudah masyarakat untuk mengambil...
Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis dan Layanan PT Pos Indonesia Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
04-02-2023 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RIMartin Manurung mendukung PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi pelayanan dan bisnis logistik guna mendorongpertumbuhan...
Evita Nursanty Dorong PTPN Lakukan Inovasi dan Pengembangan Sektor Pariwisata
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty menilai dari 14 (empat belas) PT Perkebunan Nusantara dalam bentuk induk (holding), terdapat...