Komisi VI Minta PLN Lanjutkan Konversi LPG ke Kompor Listrik

29-11-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait Pembahasan PMN Tunai tahun 2022, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022). Foto: Oji/Man

 

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk melanjutkan program konversi dari LPG (Liquified Petroleum Gas) ke kompor induksi bertenaga listrik. Sebab, menurutnya, konversi tersebut bisa menyerap pasokan listrik yang saat ini berlebih secara kapasitas. Di sisi lain, konversi tersebut juga dinilai bisa mengurangi impor LPG yang selama ini dilakukan.

 

Deddy menegaskan, meski sebelumnya proyek tersebut dibatalkan hingga menuai banyak pro kontra, namun pihaknya mengatakan program tersebut seharusnya tetap terus dijalankan karena akan menguntungkan PLN maupun Pertamina sebagai BUMN yang mengelola LPG.

 

"Mungkin kemarin ada keributan, semua perubahan pasti ribut. Tetapi, tidak ada siapa pun yang bantah bahwa menggunakan listrik tak saja menguntungkan PLN dan Pertamina, tapi juga negara,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait Pembahasan PMN Tunai tahun 2022, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

 

Lebih lanjut, Deddy menyebut, banyak lapisan masyarakat yang dapat diuntungkan dengan keberadaan kompor listrik, terutama di daerah yang pasokan LPG sangat terbatas. “Misalnya, di daerah perbatasan Kalimantan Utara, di sana sudah mendapat listrik hanya saja untuk mendapatkan pasokan LPG sangat sulit. Maka dari itu masyarakat akan sangat tepat bila diberikan kompor induksi bertenaga listrik,” jelasnya.

 

Selain itu, Legislator Dapil Kalimantan Utara ini juga menilai kompor listrik dapat dipasarkan untuk masyarakat menengah ke atas, terutama dengan memberikan insentif kompor listrik yang murah. Menurutnya, tidak perlu konversi ke kompor listrik menjadi program nasional untuk menjualnya.


Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, Nasim Khan juga menyebutkan program kompor induksi bertenaga listrik terlalu sayang untuk dihentikan, karena ada pihak-pihak yang membutuhkan. "Kayak PKL, memang nggak mungkin juga memang pakai kabel (listrik yang ada di) jalan-jalan. Cuma kan mungkin di perumahan elit, di kafe, di restoran, ya, biar aja kalau ada yang mau (pakai kompor listrik)," ujar Nasim Khan. (bia/rdn)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VI Usul Pembentukan Holding Perusahaan Logistik Negara, Martin Manurung: PT Pos Indonesia 'Lead'-nya
04-02-2023 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI mengusulkan agar BUMN membentuk holding dibidang industri logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai lead dari holding...
Legislator Usulkan Program-Program yang Mendukung Transformasi PT Pos Indonesia
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal mengusulkan PT Pos Indonesia membuat program central titipan guna mempermudah masyarakat untuk mengambil...
Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis dan Layanan PT Pos Indonesia Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
04-02-2023 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RIMartin Manurung mendukung PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi pelayanan dan bisnis logistik guna mendorongpertumbuhan...
Evita Nursanty Dorong PTPN Lakukan Inovasi dan Pengembangan Sektor Pariwisata
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty menilai dari 14 (empat belas) PT Perkebunan Nusantara dalam bentuk induk (holding), terdapat...