PLN Perlu Pertimbangkan Penggunaan Energi Terbarukan Guna Elektrifikasi di Papua

29-11-2022 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. Foto: Oji/Man

 

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina meminta PT PLN untuk mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan guna investasi elektrifikasi di wilayah Papua. Menurutnya, investasi tersebut, seharusnya sudah tidak perlu lagi harus menggunakan cara konvensional, seperti pemasangan tiang-tiang listrik, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

 

“Mungkin kita bisa menggunakan (sumber daya listrik yang berasal dari) angin. Kita bisa menggunakan panas matahari. Jadi menggunakan PLTS ya.  Ini artinya tetap (komitmen) kita kepada daerah-daerah yang susah dijangkau ya dipertimbangkan untuk menggunakan PLTS atau yang lain. Jadi intinya adalah bagaimana PLN menghasilkan listrik yang murah dan ramah lingkungan untuk masyarakat,” ungkap Nevi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT. PLN (Persero) terkait Pembahasan PMN Tunai Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat Kerja Komisi VI, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

 

Ia pun meminta kejelasan terkait salah satu program PLN, yaitu Elektrifikasi Nusantara. Sebab, diketahui, bahwa baru-baru ini terdapat penambahan provinsi terutama di Pulau Papua. Termasuk, Nevi juga meminta kejelasan terkait keamanan aset yang dimiliki PLN di wilayah tersebut. Serta, bagaimana efektivitas dan efisiensi untuk produksi listrik oleh PLN dalam memproduksi listrik sehingga menguntungkan konsumen, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. 

 

“Untuk itu bagaimana upaya PLN dalam menghasilkan listrik yang murah dan ramah lingkungan,” lanjut Politisi Fraksi PKS itu.

 

Di sisi lain, ia pun meminta kejelasan bagaimana usaha PLN menciptakan lapangan kerja yang luas, terutama dalam merekrut tenaga kerja dari kalangan usia milenial yang lebih melek teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga, kehadiran PLN dapat menjadi industri berdaya serap tenaga kerja. “(Dengan) rekrutmen unggul yang akan mendirikan PLN sebagai korporasi yang mahal dan berdaya saing,” imbuh Nevi. (hal/vrl)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VI Usul Pembentukan Holding Perusahaan Logistik Negara, Martin Manurung: PT Pos Indonesia 'Lead'-nya
04-02-2023 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI mengusulkan agar BUMN membentuk holding dibidang industri logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai lead dari holding...
Legislator Usulkan Program-Program yang Mendukung Transformasi PT Pos Indonesia
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal mengusulkan PT Pos Indonesia membuat program central titipan guna mempermudah masyarakat untuk mengambil...
Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis dan Layanan PT Pos Indonesia Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
04-02-2023 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RIMartin Manurung mendukung PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi pelayanan dan bisnis logistik guna mendorongpertumbuhan...
Evita Nursanty Dorong PTPN Lakukan Inovasi dan Pengembangan Sektor Pariwisata
04-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty menilai dari 14 (empat belas) PT Perkebunan Nusantara dalam bentuk induk (holding), terdapat...