Program ‘SMK Pusat Keunggulan’ Buka Potensi Perkecil Jurang Vokasi dan Industri

24-01-2023 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Kemendikbud Ristek Nadiem Makarim di Ruang Rapat Komisi X, Gedung Nusantara I, DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Foto: Devi/Man

 

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengapresiasi implementasi Program ‘SMK Pusat Keunggulan’ yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Melalui program ini, menurutnya, akan semakin memperkecil jurang antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja industri di Indonesia.

 

“Berkaitan dengan pendidikan vokasi, jujur kami bangga. Ketika kami berkunjung ke daerah, ke SMK Pusat Keunggulan, kita bangga benar. Kita melihat betul bagaimana keunggulan itu ada bahkan sampai ke daerah, seperti di Gorontalo,” ungkap Andreas dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Kemendikbud Ristek Nadiem Makarim di Ruang Rapat Komisi X, Gedung Nusantara I, DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

 

Oleh karena itu, politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mendukung keberlanjutan Program SMK Pusat Keunggulan di Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitas. Walaupun adanya keterbatasan anggaran, dirinya berharap Kemendikbudristek tidak patah semangat untuk meningkat mutu generasi bangsa.

 

“Kami tahu pendidikan vokasi itu biayanya mahal. Tetapi kita perlu ada keberanian untuk (meningkatkan) pendidikan vokasi. Usahakan (tahun) 2023-2024 seluruh kabupaten itu, punya SMK Pusat Keunggulan. Paling tidak, minimal satu. Demikian, ke bawah terasa pendidikan vokasi ini benar-benar menjadi satu skala prioritas di dalam pembangunan sumber daya manusia,” ungkapnya.

 

Terakhir, Andreas meminta Kemendikbudristek juga memperhatikan peningkatan guru vokasi secara kualitas dan kuantitas. Baginya, jika tidak diiringi dengan peningkatan guru vokasi, maka program tersebut tidak akan berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.

 

“Banyak permintaan dari bawah (konstituen bahwa) pendidikan vokasi ini berkaitan dengan guru. Minimalnya guru yang benar-benar terlatih yang terdidik di bidang vokasi. Pusat-pusat pendidikan guru vokasi ini, rasanya perlu ditingkatkan. Sehingga, benar-benar mendidik sekolah-sekolah vokasi tersebut,” tutup legislator Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I itu.

 

Sebagai informasi, Program SMK Pusat Keunggulan ialah program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu untuk meningkatkan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Selain itu, SMK Pusat Keunggulan memiliki kegiatan pendampingan yang mana dirancang untuk membantu pencapaian tujuan yang diharapkan. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria.

 

Bidang-Bidang prioritas yang menjadi bidang keahlian yang diajarkan dalam SMK Pusat Keunggulan di antaranya adalah Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Kesehatan dan Pekerja Sosial, Kemaritiman, Energi dan Pertambangan, Agribisnis dan Agroteknologi, Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Properti, dan Teknologi Informasi. (ts/rdn)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pengelolaan Pariwisata di Belitung Masih Tergantung Swasta dan Minim Anggaran
04-02-2023 / KOMISI X
Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU tentang Kepariwisataan Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menyoroti beberapa permasalahan terkait pariwisata di...
Sofyan Tan Soroti Persiapan F1H20 di Danau Toba
04-02-2023 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyoroti persiapan agenda Formula 1 Powerboat World Championship (F1H20) yang akan berlangsung pada...
Revisi UU Kepariwisataan, Komisi X DPR Minta Masukan ke Kabupaten Sidoarjo
03-02-2023 / KOMISI X
Tim Kunjungan Kerja Panja RUU Kepariwisataan Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina...
Djohar Arifin Prihatin Data Remaja Lanjut Perguruan Tinggi Rendah
01-02-2023 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin menyampaikan keprihatinannya terhadap besarnya angka data remaja yang tidak melanjutkan pendidikannya dari...