Legislator Minta PT LEN Industri Jalin Sinkronisasi dengan Kemenhan

25-01-2023 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi dalam RDP Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero)/Defend ID, Direktur Utama PT Dahana, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Direktur Utama PT PAL Indonesia, dan Direktur Utama PT Pindad, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). Foto: Oji/Man

 

Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi meminta PT LEN Industri menjalin komunikasi dan sinkronisasi terkait pasar produksi persenjataan dalam negeri dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Hal ini menurutnya dapat mendukung komitmen Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi pembuatan senjata dalam negeri. 

 

”Apalagi Menteri Pertahanan kita berkomitmen untuk membuat persenjataan-persenjataan produksi  di dalam negeri yang didukung oleh presiden kita. Jadi harapan saya, Bapak ini harus (mensinkronkan dengan Kementerian Pertahanan), kan disini mensinkronkan dengan perencanaan tapi kalau bapak dengan menteri pertahanannya itu tidak sinkron, dan tidak bisa diajak ngomong bersama dengan dia ya bagaimana,” jelas Khilmi dalam RDP Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero)/Defend ID, Direktur Utama PT Dahana, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Direktur Utama PT PAL Indonesia, dan Direktur Utama PT Pindad, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

 

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan salah satu pasar terbesar PT LEN Industri adalah pemenuhan pesanan dari Kementerian Pertahanan. Maka menurutnya sudah seyogyanya PT LEN Industri dan Kementerian Pertahanan mempunya hubungan yang baik dan saling mendukung. 

 

”Industri pertahanan kita ini yang pakai banyaknya di Kementerian Pertahanan. Jadi harapan saya, PT LEN ini juga harus selalu berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan bagaimana senjata ini bisa senjata ini bisa dibuat di perusahaan-perusahaan yang ada di bawah PT LEN ini dan Menteri pertahanan kita kan sudah sangat mendukung,” tambahnya. 

 

Diakhir, Khilmi meminta agar PT LEN Industri sebagai induk holding BUMN industri pertahanan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan fokus, sebagaimana tujuan awal holding ini dilakukan. ”Dari 2014 kemarin kan kita sudah mendukung tentang perusahaan untuk Defend.Id tapi kemarin kan belum terfokus, masih terpecah-pecah. Sekarang ini kan sudah disatukan dalam holding. Tujuan kita kan supaya sebetulnya di anak-anak perusahaan ini berhubungan, sebetulnya kalau pak Dirut ini bisa menjalankan tugas dengan baik InsyaAllah perusahaan Defend ID akan sangat maju,” tutupnya. (we/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Minta BKPM Cek Izin Megaproyek Meikarta
07-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyoal izin proyek Meikarta buntut banyaknya permasalahan dengan konsumen dalam Rapat Dengar Pendapat...
Komisi VI Tekankan Peningkatan Investasi yang Berkualitas
06-02-2023 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RIDeddy Yevri Hanteru Sitorus menilai kualitas yang baik dari sebuah investasi merupakan hal yang penting. Sebab...
Darmadi Berikan Catatan kepada BKPM terkait Capaian Realisasi Investasi 2022
06-02-2023 / KOMISI VI
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja mencatat realisasi investasi tahun 2022 mencapai 100,6 persen atau sebesar Rp1.207,2 triliun....
Komisi VI Usul Pembentukan Holding Perusahaan Logistik Negara, Martin Manurung: PT Pos Indonesia 'Lead'-nya
04-02-2023 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI mengusulkan agar BUMN membentuk holding dibidang industri logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai lead dari holding...