Rumah Hakim Tinggi Kok Hanya Senilai Rp.300juta?

14-01-2013 / KOMISI III

Sejumlah isu mengemuka saat anggota Komisi III DPR RI melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap 12 calon hakim agung. Subyakto dari Frasksi Partai Demokrat meminta kandidat menjelaskan kenapa praktek gratifikasi masih terjadi dikalangan hakim padahal program remunerasi sudah dijalankan.

"Saya minta kandidat menjelaskan kenapa masih banyak hakim melakukan tindakan tidak terpuji, menerima gratifikasi. Kalau anda sendiri selama bertugas apakah pernah menerima gratifikasi?," tanya wakil rakyat dari dapil Jateng II, di Ruang Rapat Komisi III, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/13).

Sementara itu anggota Komisi III dari Fraksi PKS Indra menyoroti daftar kekayaan salah seorang kandidat yang melaporkan hanya punya rumah senilai Rp.300 juta. "Dari catatan yang saya peroleh anda sudah berkarir 25 tahun dan sekarang sudah menjadi hakim di pengadilan tinggi. Anda hanya punya rumah senilai 300juta rupiah bagaimana anda menjelaskan karena saya tahu banyak kolega anda yang punya rumah seharga milyaran rupiah," ungkapnya.

Fit and proper test calon hakim agung pada hari pertama diikuti oleh 6 kandidat. Jalannya persidangan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Al Muzammil Yusuf. Setiap peserta diberi waktu 90 menit, termasuk 10 menit untuk memaparkan pimikiran yang telah ditulis dalam makalah. Acara berlangsung dinamis karena kandidat mendapat dukungan dari keluarga dan simpatisan yang berada di balkon ruang rapat komisi.

"Setiap fraksi diberikan waktu 3 menit untuk mengajukan pertanyaan pendalaman terhadap kandidat, apabila nanti waktu masih tersisa baru kemudian boleh melanjutkan pertanyaan tambahan," kata Al Muzammil saat menyampaikan aturan proses fit and proper test tersebut.

Berikut jadwal uji kepatutan dan kelayakan 12 calon hakim agung. Pada Senin (14/1) tampil 6 kandidat yaitu Desnayeti, Muh Daming Sunusi, Mayjen TNI Burhan Dahlan, Heru Iriani, Made Rawa Aryawan dan Ohan Burhanudin.

Selasa (15/1), Komisi III menguji 3 orang yaitu Wahidin, James Butar Butar dan I Gusti Agung Sumanatha. Hari terakhir Rabu (16/1) hanya 2 kandidiat, Maria Anna Samiyati dan M. Syarifuddin. (iky)foto:wy/parle


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kepolisian Harus Menggelar Proses Etik untuk Penanganan Kasus 'Polisi Peras Polisi'
06-02-2023 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong kepolisian agar menggelar proses etik Kisruh Bripka Madih dan eks penyidik Polda...
Sahroni Minta Polri Usut Tuntas Perubahan Frasa Putusan MK
05-02-2023 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri mengusut tuntas laporan terhadap sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait...
Taufik Basari: Komisi III Jadwalkan Ulang Rapat dengan Keluarga Hasya
03-02-2023 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengatakan Komisi III DPR bakal mengagendakan ulang Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan...
Jangan Ada Diskriminasi Antarpengguna Jalan
02-02-2023 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menolak usulan sepeda motor besar atau moge bisa melintasi jalan tol. Menurut...