Berharap Sutarman Jadi Superman Bukan Setirman

17-10-2013 / KOMISI III

Rapat pleno dengan agenda tunggal uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri itu menjadi meriah ketika anggota Komisi III Susaningtyas Nefo Kertapati menyebut nama kandidat Komjen Pol. Sutarman mendekati nama tokoh pahlawan dalam film Hollywood, Superman. Pernyataan dengan nada bercanda ini berubah menjadi serius setelah ditanggapi anggota lain.

"Saya tahu kenapa Pak Sutarman dipilih, karena namanya beda-beda tipis dengan jagoan di film Superman. Itu bisa terwujud kalau bapak berkomitmen melaksanakan tugas sesuai amanat hati nurani rakyat," ujarnya dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/13).

Pernyataan ini didukung oleh anggota Komisi III dari FPKB Otong Abdurrahman yang menilai dari seluruh kandidat Sutarman memiliki postur tubuh paling ideal. "Kalau melihat postur fisik, bapak yang paling atletis dari kandidat lain ini bisa jadi contoh bagi polisi lain yang gendut-gendut itu. Polisi itu harus lincah paling tidak seperti bapak lah," tandasnya.

Anggota Komisi III dari FPDIP Ahmad Basyarah pada kesempatan selanjutnya meneruskan kutak-katik nama ini dengan pemaknaan yang lain. Polri menurutnya saat ini sedang mengalami krisis multi dimensi sehingga diperlukan polisi berjiwa Superman untuk menyelesaikan beragam permasalahan itu.

"Nama Sutarman menjadi Superman barangkali itu bercanda tapi ini sangat penting. Nama Sutarman itu memang harus menjadi Superman dan tidak boleh menjadi setirman apalagi setorman. Apakah itu setirmen karena Kapolri yang mudah disetir oleh kepentingan tertentu, apalagi Kapolri yang menyetor pada atasannya. Tidak boleh Sutarman menjadi setirman atau setorman tapi harus menjadi Superman," paparnya.

Terakhir anggota Komisi III dari FPG Nudirman Munir mengingatkan apabila terpilih calon kapolri menghadapi tugas penting dalam Pemilu 2014 nanti. "Kita menghadapi pemilu dan bapak jangan menjadi setirman. Saya minta sebagai Kapolri dapat bertindak adil kepada seluruh peserta pemilu," katanya dengan nada serius. (iky)/foto:wahyu/pale/iw.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota Komisi III Dorong Penyelidikan Sebab Akibat Bentrokan Tenaga Kerja di PT GNI
20-01-2023 / KOMISI III
Anggota komisi III DPR RI Supriansa menilai bahwa bentrokan tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal Indonesia yang terjadi di...
Legislator Sesalkan Demonstrasi Tenaga Kerja PT GNI Memakan Korban Nyawa
20-01-2023 / KOMISI III
Anggota komisi III DPR RI Sarifudin Suding sesalkan adanya dua korban meninggal dunia atas demonstrasi para tenaga kerja lokal di...
Eva Yuliana: Tidak Ada 'Restorative Justice' Bagi Kasus Pemerkosaan
20-01-2023 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengutuk keras pemerkosaan oleh enam pemuda terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di...
Komnas HAM Diminta Aktif Tindak Lanjuti Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu
19-01-2023 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh memimpin Rapat Kerja (Raker) dengan Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Rapat...