21 Agustus 2026KOMISI8

Haeny Dorong UIN Sultan Maulana Hasanuddin Kembangkan Keunggulan Berbasis Kearifan Lokal

gambar-berita-Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (20/8/2026). Foto : Karisma/Alma
Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (20/8/2026). Foto : Karisma/Alma

PARLEMENTARIA, Serang — Komisi VIII DPR RI mendorong UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengembangkan keunggulan akademik yang khas berbasis potensi dan kearifan lokal sebagai bagian dari strategi menuju world class university. Orientasi global dinilai tidak harus membuat setiap perguruan tinggi memiliki program studi dan keunggulan yang seragam, tetapi justru perlu diperkuat dengan kekhasan masing-masing institusi.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Haeny Relawati dalam kegiatan “Penguatan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Menuju World Class University” dalam rangka kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (20/8/2026).

 

Haeny mengatakan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bidang keilmuan bernilai tambah sekaligus menjadi identitas akademik perguruan tinggi. Pengembangan program studi, menurutnya, tidak semestinya hanya mengikuti bidang yang telah banyak tersedia di perguruan tinggi lain.

 

“Ada potensi-potensi yang sangat cerdas dari sivitas akademika, khususnya rektor, untuk membentuk prodi-prodi yang berbasis kearifan lokal. Di UIN di sini (Sultan Maulana Hasanuddin Banten), rektor sudah menyampaikan kepada kami Komisi VIII sudah ada MoU dengan luar negeri, yaitu di bidang ahli atau ilmu pengobatan Cina. Tetapi masih baru sebatas MoU dan selanjutnya akan dikelola dan diterapkan menjadi ilmu pengobatan Banten karena ketersediaan potensi yang ada di lingkup keberadaan UIN Banten ini sangat menjanjikan,” ujar Haeny.

 

Menurut Haeny, kolaborasi antara pengetahuan dari luar negeri dan potensi lokal Banten dapat menjadi salah satu model pengembangan keilmuan yang memiliki karakter tersendiri. Kekhasan tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

 

Ia menegaskan, upaya menuju world class university tidak semata-mata diukur dari kemampuan perguruan tinggi membangun kerja sama internasional. Lebih dari itu, perguruan tinggi perlu memiliki keunggulan akademik yang kuat, relevan, dan memiliki pembeda dibandingkan institusi pendidikan tinggi lainnya.

 

“Jadi, tidak hanya sekadar kerja sama dengan luar negeri, tetapi bagaimana kemudian UIN ini memiliki kekhasan dan keunggulan yang bisa ditawarkan ke dunia internasional,” katanya.

 

Selain pengembangan program studi, Haeny menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM), terutama dosen dan guru besar. Menurutnya, target menjadi world class university tidak cukup hanya ditopang pembangunan infrastruktur melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

 

Penguatan kapasitas akademik perlu dilakukan melalui peningkatan akses dosen terhadap pendidikan, riset, serta pengalaman akademik di luar negeri. Karena itu, regulasi yang mendukung pengembangan kompetensi SDM perguruan tinggi juga perlu diperkuat.

 

“Penguatan sumber daya manusia ini adalah penting juga untuk mengubah regulasi-regulasi antara pengiriman atau katakanlah tugas luar negeri, tugas pendidikan luar negeri demi meningkatkan dan memantapkan kompetensi dari para dosen, para pendidik yang berada di sini,” pungkasnya. (krs/ssb)

Bagikan melalui

BERITA TERKAIT

logo

DPR RI

App Store
Google Play

Kontak

  • 021 - 571 5349
  • 021 - 571 5925
  • bag_persuratan@dpr.go.id
  • bag_humas@dpr.go.id
  • Jl.Jenderal Gatot Subroto,
    Senayan Jakarta 10270 - Indonesia

©2022 Sekretariat Jenderal DPR RI. All right reserved